HARGA EMAS HARI INI mendapat angin segar untuk bertahan di zona hijau setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Jepang pada kalender ekonomi kemarin dirilis melambat signifikan ke angka 6,8 persen. Mendinginnya tekanan biaya di tingkat produsen Asia ini mengurangi kekhawatiran akan terjadinya lonjakan inflasi barang manufaktur secara global. Dampaknya untuk hari ini, imbal hasil obligasi global terpantau melandai, yang memberikan ruang bernapas bagi pergerakan emas spot untuk melakukan pemulihan teknis.
Pelemahan tipis pada yield surat utang pemerintah AS bertenor 10 tahun menurunkan biaya peluang dalam memegang emas yang merupakan aset tanpa bunga. Para trader di bursa komoditas berjangka terlihat memanfaatkan momentum ini untuk melakukan penutupan posisi jual (short covering) secara bertahap sejak pembukaan sesi Asia pagi tadi.
Namun, penguatan emas masih tertahan oleh penguatan relatif mata uang dolar AS di bursa valuta asing global. Investor masih cenderung berhati-hati sebelum mengambil taruhan posisi beli yang terlalu agresif.
Forecast untuk sesi New York nanti malam mengindikasikan bahwa pergerakan harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas. Perhatian pasar malam nanti akan berpusat pada pidato beberapa pejabat bank sentral AS serta laporan inventaris bisnis. Pertahankan fokus pada titik batas support terdekat untuk mengantisipasi gejolak harga – PT RIFAN FINANCINDO BANDUNG
sumber : newsmaker.id